September 19, 2020
keseringan pakai hand sanitizer bagi bakteri

Dipercaya Bunuh Bakteri, Berikut Efek Keseringan Gunakan Handsanitizer

Indonesia menjadi salah satu negara yang juga terimbas virus Covid 19. Pemerintah sendiri sudah mencanangkan gerakan New Normal sebagai upaya penurunan kasus Corona. Sehingga setiap orang yang beraktivitas di luar wajib menggunakan masker, sekaligus membawa healthy kit seperti handsanitizer untuk membunuh bakteri. Tapi tahukah anda? jika terlalu sering menggunakan handsanitizer memiliki efek tersendiri. Simak ulasannya.

Efek Terlalu Sering Menggunakan Handsanitizer Yang Wajib Diketahui

1. Tangan Menjadi Kering dan Kasar

Ketika tidak ada air, kebiasaan mencuci tangan bisa digantikan dengan handsanitizer. Gel pembersih kuman ini memang lebih praktis dan mudah dibawa kemana mana. Sehingga membuat banyak orang yang sekarang menggunakannya. Karena kepraktisannya tersebut, banyak orang yang lebih memilih handsanitizer dibandingkan mencuci tangan. Rupanya, terlalu sering menggunakan gel ini, akan membuat tangan menjadi lebih kering dan juga kasar.

bakteri

Hal ini dikarenakan minyak dan juga air alami yang berada di kulit tangan bisa menghilang, akibat kandungan alkoholnya. Kulit tangan yang terlalu kering dan juga kasar memiliki peluang yang lebih besar untuk jadi sarang kuman. Jika sudah menjadi sarang, maka akan memungkinkan virus menghinggapi kulit anda. Terutama pada kulit yang memiliki luka, untuk sebaiknya anda menggunakan sesuai dengan kebutuhan saja dan cuci tangan saat ada bagian yang terluka.

2. Microba Menjadi Kebal

Semakin sering menggunakan handsanitizer, maka semakin besar kemungkinan kuman dan berbagai microba menjadi kebal pada alkohol. Menjadikan cara menjaga tubuh dari kuman atau virus menjadi tidak lagi efektif. Untuk itu, anda sudah harus mulai menghentikan kebiasaan berlebihan jika sudah muncul tanda tandanya. Memang pemakaian ini akan terdapat tanda tanda yang menyebabkan seseorang menjadi berlebihan dalam menggunakan gel satu ini.

Tanda pertama ditandai dengan penggunaan handsanitizer yang menjadi kebiasaan. Padahal belum menyentuh apapun sudah menggunakannya. Kemudian, menggunakan saat jalan jalan. Faktanya saat anda jalan jalan tidak perlu menggunakan handsanitizer. Kecuali jika anda berniat menyentuh wajah atau makan dan tidak memungkinkan mencuci tangan. Tanda ketiga, penggunaan handsanitizer yang berulang kali, yang membuat tangan kering.

Daripada menggunakan handasanitizer berulang, ada baiknya jika anda memakai sekali saja tetapi langkahnya tepat. Tak hanya itu, tanda anda sudah berlebihan adalah menggunakan setelah menyentuh ikan atau daging. Bahan bahan ini lebih cenderung berminyak, sehingga akan membuat handsanitizer menjadi tidak efektif. Sehingga akan lebih tepat jika anda mencuci tangan dibandingkan menggunakan gel pembunuh kuman ini.

3. Membunuh Microba Baik

Efek berikutnya yang ditimbulkan adalah mampu untuk membunuh microba yang baik. Padahal microba atau bakteri ini yang nantinya akan melindungi anda dari microba yang jahat. Sehingga jika menyerang akan membuat sistem kekebalan tubuh anda menurun. Bahkan hal ini dibuktikan dengan penelitian di tahun 2011 silam yang dilakukan oleh Epidemic Intelligence Service pada Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS.

Gambar Bakteri baik

Mereka menemukan jika tim medis yang lebih sering menggunakan cairan pembunuh kuman ini, memiliki risiko enam kali terinfeksi pada bagian ususnya. Hal ini disebabkan oleh virus yang dikenal dengan norovirus. Jika anda memang memungkinkan mencuci tangan, ada baiknya jika anda mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir saja. Karena jika berlebihan akan membuat microba yang baik terbunuh.

Sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, untuk itu ada baiknya jika menggunakan seperlunya saja. Selama masa pandemi, anda memang diperbolehkan untuk menjaga kebersihan dengan baik. Namun janganlah berlebihan, begitu pula dengan penggunaan handsanitizer yang ternyata memiliki efek samping. Apabila anda terpaksa keluar rumah, pastikan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *