April 10, 2020
Hindari Bayi Mengonsumsi Ini, Yuk Kenali Pemicu Alergi Makanan Pada Bayi ini

Hindari Bayi Mengonsumsi Ini, Yuk Kenali Pemicu Alergi Makanan Pada Bayi

Ketika bayi memasuki usia 6 bulan, mereka diperbolehkan untuk makan selain ASI. Karena di usia ini bayi sudah mulai mencerna makanan berbentuk sedikit padat. Anda bisa berkonsultasi pada dokter makanan apa saja yang boleh dikonsumsi oleh bayi. Atau browsing rekomendasi yang bergizi di internet. Namun anda perlu meningkatkan kewaspadaan pada tahap ini, karena beberapanya justru memicu alergi makanan pada bayi.

Rekomendasi Makanan yang Harus Dibatasi Untuk Bayi

1. Mengonsumsi Telur

Telur memang kaya akan protein yang baik untuk bayi, namun juga makanan paling umum menyebabkan alergi. Ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang salah mengidentifikasi protein telur. Pencernaan menguraikan zat protein telur menjadi zat yang membahayakan tubuh. Akibatnya tubuh bereaksi lebih dengan mengeluarkan zat histamin ke dalam darah, dan menimbulkan gejala alergi.

2. Alergi Susu Sapi

Pada ibu menyusui yang megonsumsi susu sapi, baiknya dihentikan terlebih dulu. Bayi yang masih meminum ASI mudah terkena alergi akibat pola konsumsi si ibu. Reaksi yang sering muncul ialah ruam merah dan gatal pada pipi serta kulit kaki tangan. Bayi juga akan menjadi sangat rewel dan menangis karena ruam yang memanas. Untuk mensiasatinya ibu bisa mengganti susu soya, karena bagaimanapun ibu menyusui perlu gizi tambahan untuk kelancaran ASI.

Hindari Bayi Mengonsumsi Ini, Yuk Kenali Pemicu Alergi Makanan Pada Bayi ini

3. Dilarang Konsumsi Kacang-kacangan

Alergi pada kacang terbagi dalam dua jenis, yaitu kacang yang tumbuh dari pepohan dan kacang dari bawah tanah. Keduanya bisa menyebabkan reaksi alergi yang berlebihan pada tubuh bayi. Gejalanya tidak hanya ruam dan gatal tapi juga mengalami sesak nafas serta dapat mengancam jiwa. Terutama pada jenis kacang tanah yang bisa meningkatkan alergi 20% hingga 40%. Mulai sekarang hindarkan bayi dalam konsumsi olahan kacang berlebihan, terutama pada makanan yang dicampur dalam MPASI.

4. Makan Seafood Berlebihan

Menjadi ibu menyusui banyak pantangannya, termasuk makanan seafood. Karena saat menyusui kandungan ASI tergantung dari apa yang dikonsumsi sang ibu. Selanjutnya ASI akan masuk dalam tubuh dan dicerna oleh bayi. Memang seafood kandungan omega 3-nya tinggi, tapi tubuh bayi belum bisa sepenuhnya menerima. Jika tidak dikonsultasikan, bayi bisa mengalami alergi permanen seumur hidup. kemungkinan selama tumbuh nantinya Ia tidak bisa mengonsumsi seafod.

5. Mengonsumsi Ikan

Ikan masuk dalam salah satu penyebab alergi makanan pada bayi yang paling umum. Si ibu berniat ingin mengkreasikan MPASI dengan mencampur ikan di dalamnya, malah memicu alergi pada bayi. Pada kenyataannya tidak semua ikan bisa dikonsumsi oleh si bayi, ikan air tawar bisa menjadi solusi untuk MPASI. Namun saat memasak jangan menghancurkan alergen pada ikan, karena alergen mencegah reaksi alergi di dalam tubuh.

6. Mengonsumsi Olahan Kedelai

Di sebuah situs kesehatan diungkapkan bahwa alergi bayi pada kedelai sering ditemui. Hal ini dipicu oleh protein dalam kedelai yang dikonsumsi berlebihan. Namun alerginya tidak membahayakan tubuh, hampir 70% bisa diobati setelah proses pengobatan. Gejala yang ditimbulkan sama seperti lainnya, jika sudah parah malah memicu kesulitan bernafas. Berikan kedelai yang cukup sesuai porsinya dan jangan sekali-kali mencoba ganti susu ASI dengan susu kedelai.

Itulah penjelasan mengenai jenis makanan yang harus dihindari oleh usia bayi. Salah-salah memberi makanan malah menimbulkan kejadian tidak diinginkan. Alergi pada makanan bisa diawali dari usia bayi, dan nantinya akan dibawa sampai usia dewasa. Jika terjadi gejala alergi yang parah, segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun baiknya anda mengonsultasikan pada dokter terkait gizi makanan untuk MPASI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *