April 10, 2020
Hindari Kulit Ruam, Yuk Simak 6 Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi

Hindari Kulit Ruam, Yuk Simak 6 Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi

Cuaca yang lembab dan panas menyebabkan keringat tersumbat di pori-pori bayi, berakibat pada munculnya biang keringat di lipatan kulit. Gejala yang sering muncul yaitu muncul ruam merah dan gatal pada bagian tertentu. Bayi akan menjadi rewel dan sering menggaruk pada bagian yang terkena ruam, akibatnya bisa mengalami infeksi pada kulit. Namun anda tidak perlu khawatir, berikut ada tips untuk mengatasi biang keringat pada bayi. Yuk simak ulasannya.

Mencegah Kulit Bayi Infeksi Akibat Ruam Kemerahan

1. Menghindari Udara Sekitar Panas dan Lembab

Saat udara mulai panas anda harus memastikan sirkulasi udara di rumah bekerja dengan baik. Kulit bayi memang sangat sensitif dengan udara panas, ini karena daya lindung pada kulit bayi belum terbentuk sempurna. Anda harus menjaga suhu ruangan tetap sejuk dan teduh, usahakan ada ventilasi agar pergantian udara terus mengalir. Saat berpergian keluar rumah gunakan payung atau pakaikan topi pada bayi, untuk menghalang sinar matahari.

2. Memberikan ASI pada Bayi

ASI eksklusif diberikan secara rutin hingga bayi berumur 2 tahun, bertujuan untuk membentuk imun dalam tubuh. Sama halnya fungsi ASI untuk mencegah resiko biang keringat pada kulit bayi. ASI berguna untuk mengganti semua keringat yang hilang di tubuh saat udara panas, sehingga bayi tidak mengalami dehidrasi. Jika ruam merah sudah menyerang di bagian tubuh, kelenjar susu ASI dibutuhkan untuk memulihkan ruam secara alami.

3. Perhatikan Bahan Pakaian

Berikan si kecil pakaian dengan bahan serat alami untuk menjaga suhu tubuh agar tidak memanas. Disarankan pakaian dengan bahan katun karena dapat menyerap keringat. Gantilah baju sesegera mungkin bila sudah basah oleh keringat, sebelum itu keringkan dulu badan dari keringat. Pilih pakaian yang agak longgar, sehingga sirkulasi udara bisa masuk dengan lancar. Perhatikan juga apapun yang digunakan bayi, jika terbuat dari kain pastikan dari bahan katun.

Hindari Kulit Ruam, Yuk Simak 6 Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi

4. Ukur Suhu Air Saat Mandi

Saat udara sedang panas, anda perlu memerhatikan suhu air untuk mandi. Jangan biarkan air terlampau panas namun juga tidak terlalu dingin. Air yang panas justru akan memicu biang akibat keringat terus tumbuh. Efek sampingnya ruam merah lebih cepat berkembang pada kulit bayi, dan berakibat infeksi kulit. Usahakan air dalam keadaan normal, sehingga bayi tetap mandi dengan nyaman dan segar.

5. Hindari Bersentuhan Kulit dengan Kulit

Ketika cuaca panas disarankan menjaga kulit bayi tetap kering setiap saat. Hindari bersentuhan kulit ke kulit, saling berdekatan dua sumber panas bertemu yaitu kulit ib dan kulit bayi. Hal tersebut memicu biang keringat pada bayi tumbuh pada lipatan kulit bayi. Sebaiknya tidurkan si kecil di rajang dalam keaadaa berbaring, anda cukup mengawasi saja dari dekat.

6. Jauhkan Penggunaan Lotion Bayi

Hindari bayi menggunakan lotion atau bedak bayi saat udara panas. Karena alih-alih menyerap keringat, bedak bayi malah menyumbat pori-pori. Sama halnya dengan lotion atau minyak telon, biarkan tubuh bayi polos tidak diberi apapun. Saat ruam mulai muncul, pemberian lotion malah memperburuk kondisi. Bisa jadi ruam kemerahan berubah menjadi luka infeksi.

Biang keringat sering muncul pada bayi karena pori-pori kulit lebih kecil dibanding pori-pori orang dewasa. Selain itu perkembangan kelenjar keringat pada bayi juga belum berkembang sempurna. Biasanya biang akan hilang dengan sendirinya bila bayi diletakkan pada udara normal dan terbuka. Namun jika ruam kemerahan bertambah parah, baiknya anda segera konsultasikan ke dokter agar tidak muncul luka infesi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *