November 28, 2020
Meninggal Virus Corona ini

Sebelum Menyebabkan Meninggal, Berikut Mekanisme Serangan Virus Covid-19

Serangan pandemi virus Covid-19 membawa kekhawatiran bagi seluruh lapisan masyarakat, apalagi dengan penyebarannya yang cepat. Individu yang terinfeksi akan menampakkan beberapa gejala, mulai dari ringan hingga berat yang bisa menyebabkan kematian. Umumnya, orang yang terpapar akan mengalami demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan bahkan sesak napas. Berikut mekanisme serangan Covid-19 hingga membuat penderita meninggal.

Tahapan Mekanisme Serangan Covid-19

1. Tahap Awal Penyakit Ringan

Ketika mulai masuk ke tubuh, maka virus akan mulai menginfeksi sel yang melapisi tenggorokan, saluran pernapasan dan organ paru-paru. Pada lokasi tersebut akan menjadi pabrik yang akan memproduksi sejumlah besar virus baru, untuk terus menginfeksi lebih banyak sel tubuh. Umumnya, pada tahap ini tidak akan membuat penderita sakit bahkan beberapa orang mungkin tidak merasa gejala yang ditimbulkan.

Meninggal Virus Corona

Pada masa inkubasi virus biasanya sangat bervariasi, namun rerata akan terjadi lima hari. Selang waktu tersebut gejala pertama akan muncul, dimana orang yang terinfeksi akan merasakan demam dan batuk. Bahkan ada pula yang merasakan nyeri tubuh, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Gejala lainnya mungkin akan muncul, namun tidak selalu terjadi pada penderita, bahkan ada pula yang tidak menunjukkan tanda tersebut.

Biasanya, demam yang timbul tersebut akibat dari respon sistem imun tubuh untuk melawan benda asing yang masuk. Isyarat yang diberikan adalah dengan melepaskan bahan kimia sitokin. Dimana, hal tersebut tak hanya untuk menggalang sistem imunitas, tetapi juga menyebabkan rasa sakit dan demam. Selain itu, terkadang juga muncul batuk,namun tahap ini biasanya berlangsung sekitar seminggu.

2. Penyakit Parah

Sebagian orang akan sembuh pada tahap awal infeksi Covid-19, namun ada pula yang gejalanya berkembang menjadi parah. Hal tersebut bisa terjadi karena sistem imunitas tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap virus, sehingga banyaknya sinyal kimia yang tersebar dalam tubuh akan menyebabkan peradangan. Perlu diketahui bahwa, serangan Covid-19 ini memicu ketidak seimbangan respon kekebalan tubuh.
Pada tahap ini, peradangan paru-paru mungkin terjadi, sehingga memungkinkan terjadinya pneumonia. Dalam kasus ini, kantung alveolus akan mulai terisi dengan air hingga akhirnya akan menyebabkan orang yang terinfeksi akan mengalami kesulitan bernapas. Bahkan beberapa penderita juga membutuhkan ventilator untuk membantu sistem pernapasannya.

3. Stadium Kritis

Menurut perkiraan, sekitar 6% penderita kasus corona akan memasuki stadium kritis ini. Pasien yang telah masuk ke tahap ini, menandakan tubuhnya telah gagal untuk melawan serangan virus, bahkan peluang untuk membuat penderita meninggal lebih besar. Hal ini bisa terjadi karena kekebalan tubuh telah berada di luar kendali, sehingga menyebabkan kerusakan pada tubuh.

Meninggal Virus Corona Pemakaman Corona

Kondisi ini bisa menyebabkan syok septik, dimana tekanan darah menjadi turun ke tingkat rendah yang berbahaya, bahkan organ tubuh gagal bekerja. Munculnya sindrom pernapasan akut akibat peradangan pada paru-paru, membuat penderita sulit mendapatkan oksigen untuk bertahan hidup. Tak hanya itu, keadaan ini juga akan menghentikan fungsi ginjal dalam membersihkan darah.

4. Kematian

Ketika telah masuk ke stadium kritis, maka peluang untuk sembuh sangatlah kecil. Bahkan untuk bertahan harus membutuhkan berbagai peralatan kedokteran.. Namun, tidak semua penderita akan masuk ke tahap ini, dimana terdapat empat golongan yang beresiko mengalami kematian akibat Covid-19, diantaranya adalah penderita diabetes, suhu tubuh tinggi, memiliki saturasi oksigen rendah, dan menderita cedera jantung yang sudah ada sebelumnya.

Itulah tahapan serangan virus corona sebelum menyebabkan kematian pada individu yang terjangkit. Namun, pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, pastinya akan bisa melawan serangan Covid-19, sehingga tidak sampai menyebabkan kematian. Perlu diketahui, bahwa infeksi virus Corona yang parah akan terjadi pada golongan yang memiliki gangguan kesehatan tertentu atau yang memiliki komplikasi penyakit parah yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *