February 29, 2020
Sudah Tahu Hukum Asuransi Syariah dalam Islam Yuk Cari Tahu Di Sini aja

Sudah Tahu Hukum Asuransi Syariah dalam Islam? Yuk Cari Tahu Di Sini

Indonesia memiliki jumlah penduduk dengan pemeluk agama islam terbanyak. Tidak heran jika dalam memilih sesautu, pertimbangannya adalah bagaimana hukumnya dalam islam. Tidak terkecuali dengan pembelian asuransi. Di Indonesia, dalam menentukan diperbolehkan atau tidaknya biasanya mengacu pada fatwa MUI. Agar lebih memahami mengenai hukum asuransi syariah dalam islam, yuk simak ulasan di bawah ini.

Pandangan Dalam Menentukan Hukum Asuransi Syariah

1. Akad yang Digunakan dalam Asuransi Syariah

Hal yang membedakan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional adalah akadnya. Dalam asuransi syariah, MUI menetapkan mengenai aturan akad asuransi syari’ah sehingga hukumnya menjadi boleh. Terdapat 3 jenis akad yang digunakan antara lain akad tijarah, akad tabarru’ dan akad wakalah bil ujrah. Akad tijarah merupakan perikatan antara nasabah asuransi dan pihak perusahaan dengan tujuan komersial, yaitu tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Akad tabbaru’ merupakan akad yang bertujuan untuk kebaikan dan tolong-menolong. Dalam hal ini tujuan dari pembelian asuransi tersebut bukan untuk mendapatkan keuntungan melainkan sebagai dana hibah yang bisa digunakan oleh peserta asuransi jika ia terkena musibah. Sedangkan akad wakalah bil ujrah merupakan akad dimana peserta memberikan hak atau perwakilan kepada perusahaan untuk mengelola dana yang disertai dengan pemberian imbalan.

Sudah Tahu Hukum Asuransi Syariah dalam Islam Yuk Cari Tahu Di Sini

2. Asuransi Syariah senagai Bentuk Perlindungan

Dalam merencanakan masa depan yang lebih baik, perlu adanya antisipasi untuk menangani kemungkinan hal yang bisa terjadi. Maka dari itu, perlu ada persiapan dana sejak awal jika nantinya mengalami kondisi finansial yang sulit. Salah satu alternatifnya yaitu dengan membeli asuransi yang menerapkan sistem syariah. Dengan membeli asurasi, maka peserta tidak perlu khawatir mengenai resiko yang akan menimpa keluarganya karena ada jaminan di dalamnya.

3. Unsur Tolong Menolong Dalam Asuransi Syariah

Islam mengajarkan untuk bersikap tolong menolong sesama muslim. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menerapkan tolong menolong, termasuk salah satunya dalam asuransi syariah. Asuransi ini mengandung unsur tolong menolong karena adanya investasi yang dilakukan oleh peserta sehingga dana bisa dikelola dengan baik. Kemudian akan dikembalikan jika nasabah menghadapi resiko finansial berdasarkan akad yang sesuai dengan syari’at islam.

4. Adanya Pembagian Resiko dan Keuntungan

Perbedaan antara asuransi syariah dan konvensional terdapat pada pembagian resiko dan keuntungan. Pada asuransi syariah, keuntungan dan resiko dibagi sama rata untuk para peserta asuransi. Hal ini dinilai cukup adil, sehingga hukum asuransi syariah dalam islam diperbolehkan. Dalam hal ini, ketika salah seorang peserta asuransi mengalami musibah, maka peserta yang lain juga ikut merasakannya dengan ikut menanggung resiko tersebut.

5. Salah satu Kegiatan Muamalah

Muaamalah merupakan hukum islam yang mengatur hubungan antara sesama manusia. Misalnya dalam hal jual beli, sewa menyewa hingga pinjam meminjam. Nah, asuransi merupakan salah satu dari kegiatan muamalah. Asalnya syarat dan akad diatur sehingga sesuai dengan prinsip agama islam, maka muamalah ini sifatnya boleh. Asuransi diperbolehkan jika tidak ada unsur judi dan riba serta investasi dana yang dikumpulkan tidak dikelola untuk hal-hal haram.

Hukum asuransi syariah menurut ajaran islam diperbolehkan karena menggunakan akad yang sesuai dengan syariat. Selain itu, landasan lain adalaha adanya unsur tolong menolong yang ada dalam asuransi. Namun, perlu diiingat bahwa ada beberapa hal yang harus dipertimbangan sebelum membeli asuransi ini seperti masalah premi. Jika anda termasuk orang yang sangat berhati-hati dalam memilih mualah, maka sebaiknya anda lebih baik memilih untuk menabung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *